info biologi
KEISTIMEWAAN LALAT BUAH (Drosophila melanogaster)
Lalat buah (Drosophila melanogaster) mungkin bagi
kebanyakan orang merupakan hewan yang mengganggu dan menjijikan apalagi hewan
ini sering kali menjadi musuh bagi para penjual buah-buahan maupun penjual minuman
“jus”. Kehadirannya akan membuat para pembeli enggan membeli buah atau jus bila
tempat menyimpan buah-buahan ataupun sisa buah yg busuk atau kulit buah yang
dibuang di tempat sampah banyak dikerumuni oleh lalat ini. Namun siapa sangka,
lalat buah di tangan orang biologi terutama bagi orang yang berkecimpung dalam
bidang Genetika justru lalat buah menjadi “hewan
primadona”. Ya..ya lalt ini memgang
peranan yang penting dalam beberapa pengujian genetika, seperti dalam pengujian
Hipotesis Mendel, baik Hukum Mendel
1 atau Hukum Segregasi dan Hukum Mendel II atau Hukum Pemisahan Secara Bebas,
pautan seks, crossing over, kromosm politen dan lain sebagainya.
Seperti yang
aku alamin juga pada semester 5 ada mata kuliah genetika dan sudah pasti pada
saat praktikum disuruh nyari si Lalat buah ini...(hihi dah kyk orang gila
deh..aku dan bebrapa temean2ku mencari ke tempat orang penjual jus ampe tiap
orang bikin umpan buah-buahan busuk (seperti pisang maupun kulitnya) sempet aja
kita2 dikira orang gila ya kyk ga ada kerjaan nangkepin nih lalat..hihi)...Tapi
ga apa2lah ya, demi kemajuan ilmu pengetahuan..
Buat liat info
lebih lengkap mengenai Keistimewaan dari Lalat buah ini, silahkan klik
attachment di bawah ini....
Orang yang
pertama yang menggunakan Lalat buah sebagai objek penelitian Genetika adalah
Thomas Hunt Morgan yang berhasil menemukan penemuan pautan seks. Spesies lalat
buah, Drosophila melanogaster,
sejenis serangga biasa yang umumnya tidak berbahaya yang merupakan pemakan
jamur yang tumbuh pada buah. Lalat buah adalah serangga yang mudah berkembang
biak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan keturunan, dan
generasi yang baru dapat dikembangbiakkan setiap dua minggu. Karakteristik ini
menjadikan lalat buah menjadi organisme
yang cocok sekali untuk kajian-kajian genetik.
Berikut
merupakan klasifikasi dari Drosophila
melanogaster (Borror,1992) :
Kingdom Animalia
Phyllum Arthropoda
Kelas Insecta
Ordo Diptera
Famili Drosophilidae
Genus Drosophila
Spesies Drosophila melanogaster
Ada beberapa keuntungan dari Lalat buah
(Drosophila melanogaster) sehingga
banyak dijadikan objek atau bahan percobaan genetik, di antaranya :
1.
Lalat buah (Drosophila melanogaster) mudah
dipelihara dalam laboratorium karena makanannya sangat sederhana, hanya
memerlukan sedikit ruangan dan tubuhnya cukup kuat. Biasanya Lalat buah (Drosophila melanogaster) dikembangbiakan
dalam botol medium, mediumnya dapat terdiri dari :
o
Molase
o
Agar Molase
o
Agar Pisang
o
Campuran antara
Pisang dengan tape singkong dengan perbandingan 6:1
Jenis
medium yang paling banyak digunakan adalah medium yang terdiri dari campuran
antara pisang dengan tape singkong. Jenis medium ini juga biasanya digunakan
untuk pemeliharaan.
2.
Pada temperatur
kamar (suhu ruangan), Lalat buah (Drosophila
melanogaster) dapat menyelesaikan
siklus hidupnya kurang lebih dalam 12
hari.
3.
Jumlahnya di
alam sangat berlimpah dan mudah didapati.
4.
Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat
menghasilkan keturunan dalam jumlah yang besar.
5.
Jumlah kromosom
relatif sedikit, yaitu 4 pasang dan memiliki "Giant Chromosme”. kromosom ini
terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari
kromosom biasa, sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya.
6.
Lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat
keturunan yang dapat dikenali dengan pembesaran lemah. Lalat buah (Drosophila melanogaster) ini memiliki
beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan karena adanya mutasi) yang dapat
diamati dengan perbesaran yang lemah pula.
7.
Perkembangan
dari siklus hidupnya mudah di amati, karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari
telur, larva, pupa hinggá menjadi dewasa (imago).
Drosophila
melanogaster mempunyai panjang tubuh sekitar 3 sampai 4 mm, tubuhnya
berwarna kuning kecoklatan. ( Borror, 1992 ). Telur Drosophila berbentuk benda
kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan. Betina dewasa
mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi lalat dewasa dan meningkat
hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-75 telur perhari dan mungkin
maksimum 400-500 buah dalam 10 hari. ( Silvia, 2003 ). Telur Drosophila
dilapisi oleh dua lapisan, yaitu satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi
sitoplasma dan suatu selaput tipis tapi kuat (Khorion) di bagian luar dan di
anteriornya terdapat dua tangkai.tipis. Korion mempunyai kulit bagian luar yang
keras dari telur tersebut. ( Borror, 1992 ).
Pada ujung anterior terdapat mikrophyle,
tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. Walaupun banyak sperma yang masuk ke
dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus
betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio.
( Borror, 1992 )
Perkembangan dimulai segera setelah
terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik
di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari
telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti
ini, larva tidak berhenti-berhenti untuk makan. ( Silvia, 2003 )
Periode kedua adalah periode setelah
menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi
tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago ( fase seksual dengan perkembangan
pada sayap ). Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada
saat dewasa. ( Silvia, 2003 ).
Larva Drosophila berwarna putih, bersegmen, berbentuk seperti cacing, dan
menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. Untuk pernafasan pada
trakea, terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan
posterior. ( Silvia, 2003 ).
Saat kutikula tidak lunak lagi, larva
muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. Kutikula lama
dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. Selama
periode pergantian kulit, larva disebut
instar. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit
pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut
hitamnya. Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva ( instar ketiga ) makan
hingga siap untuk membentuk pupa. Pada tahap terakhir, larva instar ketiga
merayp ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti
bergerak. Dan jika dapat diringkas, pada Drosophila,
destruksi sel-sel larva terjadi pada prose pergantian kulit ( molting ) yang
berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke
instar II, dari larva instar II ke instar III, dari instar III ke pupa, dan
dari pupa ke imago.
(
Ashburner, 1985 )
Selama makan, larva membuat saluran-saluran
di dalam medium, dan jika terdapat banyak saluran maka pertumbuhan biakan dapat
dikatakan berlangsung baik. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada
dinding botol atau pada kertas tissue dalam botol. Dan disini larva akan
melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan sperti lem yang dihasilkan
oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk puypa ( kepompong ).
Saat larva Drosophila membentuk cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikula
menjadi keras dan berpigmen, tanpa kepala dan sayap disebut larva instar
4. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala,
bantalan sayap, dan kaki. Puparium ( bentuk terluar pupa ) menggunakan kutikula
pada instar ketiga. Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif, dan
dalam keadaan ini, larva berganti menjadi lalat dewasa.
(
Ashburner, 1985 )
Struktur dewasa tampak jelas selama
periode pupa pada bagian kecil jaringan dorman yang sama seperti pada tahap
embrio. Pembatasan jaringan preadult ( sebelum dewasa ) disebut anlagen. Fungsi
utama dari pupa adalah untuk perkembangan luar dari anlagen ke bentuk dewasa.
(
Silvia, 2003 )
Dewasa pada Drosophila melanogaster dalam satu siklus hidupnya berusia sekitar
9 hari. Setelah keluar dari pupa, lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya
belum terbentang. Sementara itu, lalat betina kan kawin setelah berumur 8 jam
dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah
jantan.
Jenis-Jenis
Mutan dari Lalat buah ini, antara lain :
SUMBER
:
Anonymous.2006.www.duniasatwa.com/forums/archive/index.php/t-102.html
- 49k –
Anonymous.2006.www.iptek.net.id/ind/pd_invertebrata/index.php?id=80&ch=pd_ind_invertebrata2
- 14k –
Anonymous.2006.www.deptan.go.id/ditlinhorti/buku_peta/bagian_07.html
- 12k
Borror.J.D,Triplehorn.Pengenalan Pengajaran Serangga.1992.Universitas
Gadjah Mada Press:Yogyakarta.
Ashburner, Michael. 1989.
Drosophila, A
Laboratory Handbook. USA :
Coldspring Harbor Laboratory Press.
Borror, D.J., Triplehorn, C. A., dan
Johnson, N.F. 1993. Pengenalan
Pelajaran
Serangga. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Press.
Campbell,Reece,Mitchell.BIOLOGI JILID I Edisi kelima.2004. Penerbit
Erlangga: Jakarta
Silvia, Triana. 2003. Pengaruh
Pemberian Berbagai Konsenterasi Formaldehida
Terhadap Perkembangan Larva Drosophila. Bandung : Jurusan
Biologi
Universitas Padjdjaran.
Strickberger, Monroe, W.
1962. Experiments in Genetics
with Drosophila.
London : John Wiley and Sons, inc.
Suryo.2005.Genetika
Strata 1.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Yatim, Wildan. 1991. Genetika. Bandung : Penerbit Tarsito
Komentar
Posting Komentar